Cianjur, 07 Desember 2025 — Kolektif kreatif Tua Tua Keledai kembali membuktikan bahwa diskusi soal kehidupan nggak harus kaku dan menggurui. Melalui acara bertajuk “Teka-Teki Kehidupan” yang dilaksanakan di Mara Cafe. Mereka menggabungkan obrolan reflektif, musik, hingga karaoke massal dalam satu rangkaian yang hangat dan penuh energi.
Acara dibuka dengan penampilan intim dari Bala Romantica. Dentingan gitar dan vokal lembut mereka jadi semacam “pintu masuk emosional” bagi para pengunjung.
Setelah suasana cair, sesi utama dimulai: sebuah Workshop Kehidupan yang menghadirkan Putri Pohan, Managing Editor di Pop Hari Ini. Dengan gaya bercerita yang lugas dan penuh semangat, Putri mengajak para pengunjung cafe Mara membedah berbagai dilema kehidupan kreatif—mulai dari burnout , rasa ragu, sampai bagaimana tetap jujur pada proses diri sendiri.
Diskusi ini dimoderatori oleh dua sosok yang tak kalah atraktif: Dedis Yubistira dan Rully Moreno. Kombinasi keduanya menjaga ritme diskusi tetap segar—kadang serius, kadang jenaka, tapi selalu relevan. Para pengunjung tak hanya mendengar, tapi juga diajak berpartisipasi, mengurai pertanyaan yang mungkin selama ini mereka pendam sendiri.
Semakin malam, suasana semakin intens. Panggung diambil alih oleh Rockugar, yang menutup agenda utama dengan penampilan meriah dan penuh tenaga.
Tapi Teka-Teki Kehidupan belum selesai. Setelah panggung dipanaskan Rockugar, giliran Selektaria yang mengajak semua berkaraoke bersama. Momen ini berubah menjadi penutup yang manis. Teriakan, tawa, suara fals, semua berjalan berdampingan.
Melalui rangkaian ini, Tua Tua Keledai sekali lagi menegaskan bahwa kreativitas adalah perjalanan yang tidak pernah selesai. Ada tanya, ada canda, ada musik, ada perenungan. Dan paling penting, ada kolektif kreatif yang harus tetap dijaga.