Seberapa orisinil selera musik dan paison kalian?

tuatuakeledai • 07 October 2026
Seberapa orisinil selera musik dan paison kalian?

Coba kalian inget-inget lagi, kenapa kalian suka banget sama suatu musik atau lagu tertentu?
Kalian suka lagu itu karena kualitas musiknya yang bagus, penulisan liriknya yang keren, atau - 'lagu ini sering muncul di medsos?'

Iyaa emang bicara selera musik itu beda-beda, tergantung pengalaman atau pengetahuan musik seseorang tsb. Tapi gimana jadinya kalau selera musik kalian itu 'diatur oleh sesuatu diluar diri kalian' ?

Manufactured Taste [selera yang di pabrikasi], 
adalah sebuah istilah sosiologi dan budaya yang merujuk pada kondisi di mana preferensi atau kesukaan seseorang terhadap sesuatu, seperti musik, gaya berpakaian, hingga karya seni. Yang dimana sebenarnya bukan hasil dari penilaian subjektif yang murni, melainkan hasil dari sistem yang dikondisikan secara terus-menerus.  

Nah simple nya aku ambil Tittot deh. Lagu yang aku pake ini adalah lagu yang belum tentu kalian suka kan? tapi tiba-tiba secara sukarela kalian dengerin lagu ini karena lewat aja gitu di beranda kalian. Jadi titot itu meminimalisir kebebasan kalian untuk dengerin apa yang kalian suka. Makin kalian scroll kalian makin sukarela untuk dengerin lagu-lagu lainnya yang bukan pilihan kalian sendiri. 
Nah pola-pola inilah yang akhirnya mempengaruhi selera kalian. Jadi suka engga suka dengan lagu itu, tergantung seberapa banyak lagu itu kalian dengerin secara sukarela melalui scrolling.

Yang akhirnya terciptalah Manufactured Taste tadi. Jadi selera itu bukanlah lagi hak kita, melainkan selera sudah di atur oleh algoritma 🙃

Keresahan aku; Musik yang seharusnya menjadi medium mengutarakan keresahan, pesan, kesedihan, kesenangan dll itu menjadi pudar. Hari ini, musik yang bagus itu bukanlah musik yang memiliki wacana, tapi musik yang terus bermunculan di beranda tanpa kita mau dengar sebelumnya. ✌🏼

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait